Sabtu, 18 September 2021

Pidato | Tema Kemerdekaan Indonesia

Pidato yang bertemakan kemerdekaan Indonesia

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Salam Sejahtera Bagi Kita Semua

Marilah kita panjatkan puji syukur ke hadirat Allah SWT. yang telah melimpahkan rahmat dan Hidayah-Nya sehingga bisa berkumpul di tempat ini dalam keadaan sehat walafiat. Pada kesempatan kali ini, saya akan menyampaikan sepata dua patah kata mengenai Kemerdekaan Indonesia.

Hadirin yang saya hormati

17 Agustus adalah momen dimana kita merefleksikan perjuangan kemerdekaan sampai titik darah penghabisan. Perjuangan ini di inisiasi oleh orang-orang Indonesia karena keresahan atas penajajah yang semena – mena terhadap hak para pribumi. Sehingga memunculkan banyak pergerakan dan persatuan untuk mendirikan negara yang bebas dan merdeka. Bahu membahu dalam menggerakan taktik dan menghancurkan musuh.

Kemerdekaan bukan hanya sekedar tanda kebebasan semata tetapi adalah awal bagaimana membawa negara ke jalan yang lebih makmur dan sejahtrera. Yang awalnya terbelenggu dalam kuasa negara lain tetapi sekarang berdiri dengan kaki sendiri.

Hadirin yang saya hormati

Memang dalam kenyataannya kita sudah merasakan kemerdekaan. Kemerdekaan dari belenggu dari pihak penjajah yang hanya memanfaatkan negara kita. Akan tetapi, masih banyak yang ingin mengusik kemerdekaan dengan berbagai hal.

Sesuai seperti kata bung karno bahwa “perjuangan kami lebih mudah karena hanya mengusir penjajah namun, perjuangan kamu lebih sulit karena akan melawan sendiri. Di negara kita, masih banyak sekali ujaran kebencian dari berbagai pihak serta bertebaran berita-berita hoax yang ingin menciptakan perpecahan.

Apalagi sekarang merupakan zaman globalisasi. Dimana semuanya serba canggih, cepat dan instan. Jadi, orang bisa sebebasnya menyampaikan hal-hal yang mau merusak keharmonisan kemerdekaan dan ingin melihat bangsa sendiri hancur dengan adu domba.

Untuk itu, kita tidak mudah terpancing dengan  memilah mana berita benar dan berita yang salah agar tidak menciptakan pertikaian. Jadilah insan nusantara yang menyatukan semua orang dari berbagai suku, budaya, agama, ras, adat istiadat. Kita haru menjadi orang yang memegang teguh pendirian dan tetap menjadikan Pancasila sebagai dasar pemikiran kita dalam bertindak.

Hadirin yang saya hormati

Mari tunjukkan kepada dunia bahwa kita bangsa yang satu, bangsa yang makmur, dan bangsa yang kuat. Tidak ada negara yang bisa meruntuhkan kedaulatan negara kita lagi. Dan juga, kita bisa memelihara perbedaan yang telah terpatri sejak lama.

Mari kita panjatkan doa untuk para pejuang yang gugur di medan pertempuran. Teruskan cita-cita tinggi mereka dengan belajar yang giat dan menciptakan kenyamanan sebagai bentuk kesadaran kita sebagai warga negara yang baik.

Tingkatkan rasa nasionalisme dan cinta tanah air kita  dalam mempertahankan kemerdekaan. Demikian yang saya bisa sampaikan dalam kesempatan kali ini. Mohon maaf jika ada salah ucap dari saya. Sekian. Terima Kasih.

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Kamis, 16 September 2021

Sheriff Tiraspol mengguncang Eropa | Data Fakta FC Sheriff Tiraspol

Logo Klub FC Sheriff

FC Sheriff Tiraspol memberikan kejutan pada awal keikusertaan mereka di UCL tahun ini. FC Sheriff Tiraspol mengandaskan perlawanan klub asal Ukraina, Shaktar Donestk di Sheriff Stadium, Moldova dengan skor akhir 2-0. Dua gol tim debutan di cetak oleh pemain asal mali yaitu Adama Traore dan Pemain asal Guinea yaitu Momo Yansane. Hasil ini membuat tim asal moldova meraih 3 poin dan memanaskan persaingan di Grup D UEFA Champions League musim 2021/2022.

FC Sheriff Tiraspol sudah beberapa kali mencoba beberapa kali untuk menembus babak  grup liga Champions lewat jalur kualifikasi tapi selalu gagal. Dan, pada musim kali ini, mereka berhasil lolos ke babak grup UCL . Mereka mendapatkan tiket kualifikasi setelah menjadi juara liga moldova musim 2020/2021. Klub ini harus melangsungkan 3 kali kualifikasi sebelum akhirnya meluncur masuk ke babak Grup UCL. Mereka menglahkan Teuta (Aggregat 5-0), Alaskhert(Aggregat 4-1) dan Red Star Belgrade (Aggregat 2-1) serta Dinamo Zagreb (Aggregat 3-0).

Nah, kali ini kita mencoba mengupas Data Fakta FC Sheriff Tiraspol


Sheriff Stadium

Football Club Sheriff atau FC Sheriff tiraspol merupakan klub sepakbola berasal dari Moldova dengan kota yang terletak pada transnistria. Klub ini berdiri pada tahun 1997 dengan nama Tiras Tiraspol dan di Branding Ulang sebagai Sheriff. FC Sheriff Tiraspol sendiri memiliki rangking 80 pada UEFA Klub Koefisien Rangking tepat dibawah Burnley dan Everton per 26 Agustus 2021. Debut FC Sheriff Tiraspol di Liga tertinggi Moldova adalah pada tahun 1998-1999 dengan finish di peringkat 4 dari 10 tim. Pada tahun itu juga, FC Sheriff berhasil meraih juara di Piala Moldova setelah menjungkalkan Constructorul Chişinău dengan skor 2-1.

FC Sheriff memiliki catatan yang mengesankan di Liga Domestik mereka. FC Sheriff meraih 19 kali juara Moldova National Division, 10 kali juara piala moldova, dan 7 Kali juara Moldova Super Cup. Vazha Tarkhnisvili sebagai pemain dengan jumlah penampilan terbanyak di klub sebanyak 443 kali main dan Alexey Kuchuk sebagai pemain dengan torehan jumlah gol terbanyak klub dengan 71 Gol.


FC Sheriff kontra Tottenham Hotspur 

Sheriff Tiraspol pernah bertemu salah satu tim Inggris, Tottenham Hotspur di babak grup ajang UEFA Europa League musim 2013/2014. Dua tim lainnya yang mengisi Grup K kala itu adalah klub Norwegia Tromso dan Klub Rusia Anzhi Makhackala. Mereka di kalahkan dua kali oleh Tottenham Hotspur baik kandang (0-2) maupun kandang (2-1). Hasil akhir yang mereka terima pada saat itu Finish di tempat 3 di atas Tromso.

Rabu, 15 September 2021

Selayang Pandang | Pekan Olahraga Nasional (PON) 2021

Pekan Olahraga Nasional atau PON Papua sedianya sudah berlangsung pada tahun 2020. Tapi, Pandemi Covid-19 membuat event olahraga antar provinsi ini harus mundur 12 bulan lamanya. Penundaan ini di kabarkan oleh Menpora Zainuddin Amali pada maret 2020. Hal ini untuk pertama kalinya dalam sejarah, PON harus tertunda selama 1 tahun.

Banyak pertimbangan mengenai keputusan penundaan seperti kesiapan Atlet yang akan menghambat Peak Performance. Apalagi banyak pemusatan latihan yang berada di masing-masing daerah terhenti. Selain itu, belum selesai pengerjaan fisik beberapa venue  yang saat itu masih berlangsung dan Soal Pengadaan peralatan yang terkendala negara-negara produsen.

Gambaran Umum PON 2020

Pekan Olahraga Nasional 2021 adalah PON Edisi ke 20 yang akan berlangsung di Papua. PON Edisi keenam yang berlangsung di luar pulau jawa dan PON Edisi pertama yang berada di Waktu Indonesia Timur. PON XX PAPUA 2021 diikuti oleh 34 Provinsi dengan mempertandingkan 37 Cabang Olahraga , 56 Disiplin Pertandingan, 679 nomor pertandingan dan 6442 Atlet.

Cabang Olahraga di Pekan Olahraga Nasional 2021

·         Aerosport

·         Akuatik

·         Anggar

·         Angkat Berat, Angkat Besi, dan Binaraga

·         Atletik

·         Bisbol dan Softbol

·         Balap Motor

·         Biliar

·         Bola Basket

·         Bola Tangan

·         Bola Voli

·         Bulu Tangkis

·         Catur

·         Dayung

·         Gulat

·         Hoki

·         Judo

·         Karate

·         Kempo

·         Kriket

·         Layar

·         Menembak

·         Muaythai

·         Panahan

·         Panjat Tebing

·         Pencak Silat

·         Rugbi Tujuh

·         Selam

·         Senam

·         Sepakbola dan Futsal

·         Sepak Takraw

·         Sepatu Roda

·         Taekwondo

·         Tarung Derajat

·         Tenis

·         Tinju

·         Wushu

Cabang Olahraga Ekshbisi :

·         E-Sports

·         Hapkido

·         Kickboxing

PON XX Papua 2021 akan berlangsung pada 2 oktober 2021 sampai 15 oktober 2021. Lokasi utama penyelenggaraan terpusat pada stadion Lukas Enembe. Stadion ini memiliki kapasitas 40.000 tempat duduk single seat. Stadion merupakan salah satu kapasitas terbesar di Pasifik dengan menempati kawasan seluas 13,7 Ha. Dalam PON kali ini, terdapat 4 klaster PON XX Papua 2021 yaitu kota Jayapura, Kab. Jayapura, Kab. Merauke, Kab. Mimika.


Stadion Papua Bangkit : simbol kemegahan dalam  bidang olahraga Papua. Stadion Papua Bangkit tentunya berstandar FIFA dilengkapi dengan lapangan pendamping untuk menggelar latihan yang juga menggunakan rumput berjenis Zoysia Matrella.

Bentuk Segitiga : keadaan  geografis Papua yang terdapat beberapa pegunungan serta memiliki banyak sumber kekayaan alam.

Ukiran : keragaman budaya khas Papua.

Tiga lingkaran olimpiade : Prestasi, Sportivitas dan Solidaritas akan menjadi pemersatu rakyat dalam olahraga dan akan tetap kokoh serta abadi bila didasari prinsip yang berkebangsaan satu, berbahasa satu dan bertanah air satu, INDONESIA. Bentuk tiga lingkaran ini sekaligus mewakili tiga ring dalam logo KONI sebagai wadah induk olahraga prestasi Indonesia.

Kalderon olimpiade : cawan yang terbentuk dan Stadion Papua Bangkit. Bentuk ini memberikan simbol energi semangat baru bagi masyarakat Papua, juga menjadi kebanggaan sekaligus tempat pemersatu para juara dalam kompetisi Pekan Olahraga Nasional.

Slogan PON XX Papua 2021 adalah Torang Bisa! yang dikatakan merupakan penyemangat khas Papua. Torang Bisa! merupakan frasa dalam bahasa Melayu Papua yang bermakna "kita bisa". Lagu PON 2021 akan diluncurkan pada tanggal 11 September 2021 dengan Judul "Torang Bisa" Pencipta lagu Torang Bisa ini adalah Hebat Fatahilah, dinyanyikan oleh Vien Mangku, dan oleh seorang rapper Qibah Mansawan. Lagu “Torang Bisa” ini menggambarkan bagaimana semangat masyarakat Papua dalam menyambut seluruh kontingen yang nantinya akan datang.

Maskot PON XX Papua 2021 adalah Kangpho dan Drawa. Kangpho merupakan hewan Kangguru Pohon mantel emas atau nama latinnya Dendrolagus Pulcherrimus. Kangpho memakai rumbai pada bagian kepala dan pinggang yang merupakan pakaian kebesaran kaum laki-laki dan perempuan dengan ikat pinggang yang terukir. Sedangkan Drawa merupakan Burung Cendrawasih dengan nama latinnya Paradisaea Raggiana. Tubuh Drawa berwarna oranye yang menggambarkan kehangatan, persahabatan dan cinta kasih. Warna Kuning melambangkan semangat, kehangatan dan kegembiraan. Keduanya memakai ikat kepala rumbai dan kerucut yang menyerupai pegunungan tengah Papua.


Piktogram PON XX 2021 Papua di perkenalkan pada malam pergantian tahun baru 2021. Pictogram sendiri menggambarkan penampakan cabang olahraga dalam bentuk sebuah simbol.

Vladimir Smicer | SuperSub Miracle Of Istanbul 2005


Vladimir Smicer lahir pada 24 Mei 1973 di kota Decin, Republik Ceko. Smicer berposisi sebagai Attacking Midfielder. Pria yang pada tahun 2021 menginjak usia 45 tahun pernah bermain di beberapa tim Eropa. Karir Smicer dimulai pada 1992 pada usia 19 tahun di klub besar ceko, Slavia Praha. Ia ikut berjibaku dalam membantu Slavia Praha mencapai semifinal UEFA CUP 1996 serta ikut andil dalam membawa cekoslowakia merapat di partai Puncak EURO di tahun yang sama meskipun harus takluk oleh jerman di wembley kala itu. Setelah pencapaian tersebut, Klub Perancis RC Lens mengaetnya pada tahun 1996. Di RC Lens, ia sukses membawa klubnya juara Liga perancis pada musim 1997-1998. Walaupun poin yang dimiliki sama dengan Metz yaitu 68 poin, tapi RC Lens di tasbihkan sebagai jawara karena memiliki selisih gol yang lebih banyak. 


Lalu pada medio 1999, Ia bergabung dengan klub besar dari tanah britania yaitu The Reds Liverpool. Ia bermain dari 1999 sampai 2005 di Anfield dan ikut serta dalam menjuarai Kompetisi Tertinggi Eropa yaitu UEFA Champions League di Tahun akhirnya di Liverpool. Lalu, Ia kembali mencoba peruntungannya di Klub Perancis tapi di klub berbeda, yaitu bersama Bordeaux selama dua tahun yakni dari tahun 2005 sampai 2007. Dan, karirnya berakhir di Klub yang membesarkan namanya yaitu Slavia Praha di Tahun 2007 hingga pensiun pada tahun 2009. Smicer di Slavia Praha mengantarkan timnya juara liga ceko selama dua tahun beruntun yang sebelumnya puasa gelar liga selama 12 tahun dan menjadi kado perpsiahan yang “bagus” buat dirinya.

Karirnya di The Reds

Smicer datang di Liverpool pada tahun 1999 sekaligus menambah amunisi pemain yang berasal dari timnas Republik Ceko lainnya setelah adanya Patrick Berger yang telah datang lebih dulu pada 1996. Dirinya di proyeksikan untuk mengisi kekosongan posisi yang telah ditinggalkan Steve McManaman yang berlabuh ke Real Madrid. Smicer mengenakan nomor punggung 7 (nomor yang sama dipakai di Slavia Praha) dan pada dua tahun karirnya di Anfield, ia mengenakan nomor punggung 11 setelah kedatangan Harry Kewell.

Ia mengawali debut bersama Liverpool pada 07 Agustus 1999 di Laga Perdana Premier League Musim 1999/2000 Kontra Sheffield Wednesday. Ia bermain penuh 90 menit pada laga yang di langsungkan di Hillsborough Stadium. Ia baru mencetak gol saat pekan ke 22 masih di musim yang sama pada 15 Januari 2000 ketika melawat ke Vicarage Road, kandang Watford sekaligus mengantarkan liverpool meraih 3 angka penuh. Pada musim pertamanya, Ia bermain dalam 25 kesempatan dan mencetak hanya 1 gol saja.

Pada Musim Kedua, Smicer memberikan impact yang cukup pesat bagi The Reds dari segi jumlah bermain dan Gol. Ia mencatat 49 kali turun main dengan membubuhkan 7 gol termasuk 1 gol dalam pesta kemenangan 5-0 atas Crystal Palace pada leg kedua semifinal League Cup 2001 sekaligus awal comeback setelah kalah tipis 2-1 pada leg pertama. Ia ikut menjadi bagian dari treble winner Liverpool pada musim 2000/2001 dengan gelar UEFA Cup, League Cup dan FA Cup. Ia Tampil Sebagai Starting pada Final League Cup kontra Birmingham City dan Final FA Cup kontra Arsenal serta Menjadi Pengganti pada Final UEFA Cup kontra klub spanyol, Alaves.

Dalam petualangan bermain di Tim Mersyeside ini, Vladimir Smicer tidak selalu bermain dalam peak performance. Terkadang masalah cedera dan inkonsistensi mendera dirinyah sehingga ia harus sering keluar masuk dari skuad yang saat itu ditukangi oleh Gerrard Houllier. Namun, ada momen yang takkan terlupakan bagi dirinya seperti gol menit terakhirnya kala melawan chelsea di kandang sendiri pada maret 2002 dan performanya pada laga kontra AS Roma juga pada bulan maret 2002. Ia mengalami cedera serius pada akhir 2003 yang membuat dirinya harus menepi beberapa bulan.

DI musim 2004/2005, Smicer kembali pada kebugarannya dan saat itu tonggak kepelatihan dimiliki pelatih spanyol yaitu Rafael Benitez. Di tengah badai cedera di kubu Liverpool, Smicer mulai menunjukkan taji dengan bermain sebagai pengganti pada laga liga champions kontra Bayer Leverkusen, Juventus serta Chelsea dan ikut membantu kelolosan Liverpool ke partai puncak UEFA Champions League musim 2004/2005. Liverpool telah lama mendambakan si kuping besar kembali ke Anfield setelah puasa gelar UCL selama 2 dekade lebih. Terakhir The Reds tampil sebagai juara pada musim 1983-1984.

Aksi Heroik Smicer di Istanbul


Laga final UCL 2004/2005 tersaji pada 25 mei 2005 (25/05/2005) di Istanbul, Turki atau satu hari setelah ulang tahun dirinya yang ke 32. Ini mungkin merupakan kado yang indah bagi hari kelahiran dan juga gelar sebagai perpisahan karena manajemen tidak lagi mempepanjang kontraknya. Vladimir Smicer berada di bench saat 11 pertama masuk ke lapangan. Kesempatan pun tiba setelah 23 menit permainan berjalan. Harry Kewell saat itu mengalami cedera sehingga membuat Smicer masuk pada setengah waktu babak pertama berjalan. Dirinya ingin mengakhiri karirnya di Liverpool dengan luar biasa.

“Before the Final, I so was eager to Get on. It Was my last match for Liverpool so i was determined to end it in style. I was free in my head and that was my motivation- to do well for the club in my last match. I Wanted to Enjoy the Big Game.”

Smicer menghabiskan 20 menit lebih di babak pertama dan ikut merasakan ketertinggalan 3 gol di babak pertama. Para pemain kecewa dengan performanya pada babak pertama dan Pelati Rafael Benitez serta Kapten Steven Gerrard memompa semangat dan memberikan motivasi. Dan, ditambah magis dari Fans yang menyanyikan “You’ll Never Walk Alone” yang mengawal para pemain The Reds keluar dari ruang ganti. Seakan waktu masih lama dan kesempatan terbuka lebar.

Liverpool mengubah malam di Istanbul yang tadinya Neraka di awal babak menjadi permulaan surga hanya dalam kurun waktu 6 menit. Di awali pada menit 54, Steven Gerrard menanduk bola hasil umpan silan John Arne Riise. Lalu, Smicer unjuk gigi pada 2 menit selanjutnya. Berawal dari Dietmar Hamann menguasai bola dan Smicer meminta bola karena dirinya posisi bebas. Dirinya menerima umpan. Tak ada pemain yang berlari kanan membuat dirinya hanya memiliki 1 opsi, Menendang sekencang dan sekeras mungkin dari jarak 20 YARD. Kiper Dida Gagal membaca arah datang bola sehingga bola masuk gawang. Menit 60, Xabi Alonso menceploskan bola rebound setelah gagal mengeksekusi penalti. Ini merupakan 6 menit Kegilaan dalam Miracle Of Istanbul 2005. Waktu normal pun usai dengan skor 3-3 dan lanjut perpanjangan waktu lalu adu penalti.

Smicer mendapat bagian dalam adu penalti. Ia tidak yakin jika akan dipilih oleh Rafael Benitez sebagai algojo  tendangan adu penalti. Akan tetapi, Rafa menghampiri untuk menanyakan kesiapan dan Smicer mengiyakan permintannya. Smicer menceploskan bola gol" keduanya di final dan tendangan terakhirnya untuk Liverpool. Lalu, Jerzy Dudek menggoyangkan kaki – kakinya dengan cepat seakan mengganggu fokus penendang AC Milan Selanjutnya yaitu Andriy Shevchenko sehingga bola dapat dimuntahkan oleh dudek dan membawa trofi UCL keenam ke daratan Inggris. Lantas, ini mengakhiri petualangan Smicer di Liverpool.

Vladimir Smicer menuntaskan perjalannya di Inggris dengan 184 laga dengan 19  gol dan 31 Umpan berbuah gol. Ia memiliki win ratio  55,43 % bersama  Liverpool. Vladimir Smicer juga mencatatkan 81 caps bersama Timnas Ceko dengan 27  gol. Ia menjalani debut di timnas pada 27 oktober 1993 kala bersua Cyprus serta mencatatkan gol pertama kala bertemu Russia pada UEFA EURO 1996.

Citypedia | Vantaa | Tuan Rumah Sudirman Cup 2021

Kota Finlandia untuk pertama kalinya ditunjuk sebagai tuan rumah Sudirman Cup tepatnya dalam edisi ke-17. Kalau teringat finlandia pastinya...